Lombok Barat, DTulis.com - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB melaksanakan Program Pemberian Hibah Gerobak Listrik Ramah Lingkungan sebagai salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam meningkatkan
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan bahwa Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis inovasi dan berkelanjutan.
"Dalam rangka pelaksanaan program tersebut, BRIDA Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan penandatanganan dokumen hibah, serta pelatihan penggunaan dan perawatan gerobak listrik yang diikuti oleh para penerima hibah," ujarnya (9/1/2026).
Lebih lanjut, Aryadi menerangkan, Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses penyaluran hibah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku, sekaligus memberikan pemahaman teknis yang komprehensif kepada penerima hibah mengenai tata cara pengoperasian, perawatan dasar, serta pemanfaatan gerobak listrik secara optimal, aman, dan berkelanjutan guna menunjang kelancaran aktivitas usaha sehari-hari.
Adapun itu, Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala BRIDA Provinsi NTB I gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H dan didampingi oleh Sekretaris BRIDA Retno Untari, M.Kes.
Dalam sambutannya,Kepala BRIDA NTB menyampaikan harapan agar pemanfaatan gerobak listrik ini dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM, mendorong peningkatan pendapatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung visi dan program Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan NTB yang maju, mandiri, dan berdaya saing melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi ramah lingkungan," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, BRIDA Provinsi NTB juga secara resmi menyerahkan hibah gerobak listrik kepada 10 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi NTB, yaitu Kota Mataram sebanyak 5 unit, Kabupaten Lombok Barat 1 unit, Kabupaten Lombok Timur 1 unit, Kabupaten Lombok Utara 1 unit, Kabupaten Sumbawa 1 unit, dan Kabupaten Bima 1 unit.
Sementara itu, I Gede Putu Aryadi menambahkan, sebagai rangkaian penutup, para penerima hibah mengikuti pelatihan penggunaan dan perawatan gerobak listrik.
"Pelatihan ini meliputi tata cara pengoperasian unit, prosedur menghidupkan dan mematikan gerobak, durasi dan mekanisme pengisian daya (charging), perawatan rutin, serta aspek keselamatan penggunaan, sehingga gerobak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,"tutupnya.

0Komentar