Lombok Timur, Dtulis.com – Ditengah maraknya peredaran produk ilegal yang mengancam kesehatan, sebuah gerakan besar terjadi di Labuhan Haji hari ini, 14 Februari 2026. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, H. M. Muazzim Akbar, turun langsung menggandeng Balai Besar POM (BBPOM) Provinsi NTB untuk mencetak "Pasukan Tokoh Masyarakat Cerdas".
Acara Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan sebuah seruan bagi para pemuka masyarakat di Dapil NTB 2 untuk menjadi benteng pertahanan pertama melawan peredaran obat dan makanan ilegal.
Darurat Produk Tanpa Izin Edar
Dalam orasinya, Muazzim Akbar menegaskan bahwa wilayah NTB, khususnya Lombok Timur, jangan sampai menjadi "surga" bagi produk kecantikan bermerkuri, jamu kimia berbahaya, hingga pangan kedaluwarsa.
"Kesehatan masyarakat, yakni harga mati. Kita tidak ingin warga kita niatnya sehat dengan minum jamu atau ingin cantik dengan kosmetik, tapi justru berakhir di rumah sakit karena ginjal rusak atau kulit melepuh akibat produk tanpa izin edar,"tegas politisi PAN tersebut.
Sinergi Lawan 'Mafia' Obat Terlarang
Pihak BBPOM NTB yang hadir sebagai narasumber teknis membongkar fakta-fakta lapangan mengenai modus peredaran produk tanpa izin (TIE). Mereka menekankan bahwa produk ilegal seringkali bersembunyi dibalik kemasan menarik dan harga yang sangat miring.
Cara membedakan krim wajah yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Waspada Jamu BKO. Bahaya jamu yang dicampur bahan kimia obat yang bisa memicu serangan jantung.
Membiasakan masyarakat untuk melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum membeli apapun.
Misi "Tokoh Masyarakat Cerdas"
Target utama kegiatan ini memberdayakan tokoh masyarakat. Diharapkan, setelah acara ini, para tokoh agama dan pemuda di Labuhan Haji tidak hanya sekadar tahu, tapi mampu menjadi "polisi" bagi lingkungannya sendiri, berani menegur dan melaporkan jika ada peredaran produk mencurigakan.
"Kita ingin Labuhan Haji menjadi contoh wilayah yang mandiri dalam pengawasan obat dan makanan. Cerdas memilih, sehat mengonsumsi, "tutup Muazzim dihadapan para peserta yang antusias.

0Komentar