Lombok Barat, DTulis.com - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat dua (2) tema utama, yaitu Review Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) BRIDA Provinsi NTB 2025-2029 dan Intervensi Sosial Berbasis Komunitas dalam Mengatasi Kemiskinan Struktural dan Meningkatkan Status Sosial di Kawasan Perdesaan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prov. NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DISLHK) Provinsi NTB, serta tim peneliti yang bermitra dengan BRIDA Provinsi NTB.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi dalam sambutannya menyampaikan beberapa gambaran umum terkait kondisi serta permasalahan yang ada di Nusa Tenggara Barat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peneliti dan peserta FGD lainnya.
Dalam pembahasan terkait review AMDAL, Abdul Latif dari tim peneliti menyampaikan bahwa perubahan fungsi kawasan Science, Technology, and Industrial Park (STIP) Provinsi NTB menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB tidak menimbulkan dampak penting baru dengan aktivitas non-polutif yang lebih ringan dan skala kegiatan yang mengecil sehingga BRIDA Provinsi NTB sebagai kawasan budidaya tidak memerlukan penyusunan AMDAL baru.
Diskusi dilanjutkan dengan pembahasan terkait kemiskinan di NTB yang menjadi persoalan serius dengan ketimpangan tajam antar wilayah. Dalam diskusi tersebut, Suhal Anan dari tim peneliti menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan termasuk intervensi sosial berbasis komunitas dan modal sosial untuk mendukung pembangunan melalui peningkatan kualitas hidup dan ketahanan sosial di NTB.

0Komentar