Lebih lanjut, ia menduga kuat adanya aliran dana segar bernilai ratusan juta rupiah serta fasilitas mewah yang mengalir ke pihak Wabup dari tersangka LAZ maupun Sudirman.
Dalam keterangannya kepada media ini, Daud Gerung mengungkapkan bahwa praktik korupsi ini diduga tidak hanya berhenti pada tersangka utama yang terjaring OTT, melainkan mengalir ke sejumlah pejabat daerah lainnya.
"Kami menduga kuat ada aliran dana masuk bernilai ratusan juta rupiah yang bersumber dari LAZ maupun Sudirman kepada Wabup UNA. Tidak hanya uang tunai, kami juga mengendus adanya dugaan penerimaan fasilitas satu unit mobil yang berasal dari sumber yang sama," tegas Daud Gerung, Sabtu (23/7/2026).
Daud menambahkan, dugaan tindak pidana korupsi ini harus dibongkar secara transparan agar tidak ada penanganan perkara yang terkesan 'tebang pilih'.
"Ini kan satu paket antara bup dan wabup. Mana dong fungsinya sebagai wabup,
masak gak mengetahui dan gak menduga ada pemukatan jahat yang terjadi selama satu tahun lebih dia menjabat," tambahnya.
Merespons temuan ini, gerakan perlawanan terhadap korupsi di Lombok Barat kian meluas. Gabungan Pemuda dan Mahasiswa Lombok Jakarta dipastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin mendatang.
Aksi massa tersebut bertujuan untuk mendesak penyidik KPK agar memperluas spektrum penyidikan dan segera memeriksa Wabup UNA terkait dugaan penerimaan aliran dana korupsi tersebut.

0Komentar