Lombok Barat, DTulis.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna menyelesaikan berbagai persoalan krusial pembangunan daerah. Kolaborasi strategis ini memfokuskan pada penanganan krisis air bersih, hilirisasi komoditas pangan, hingga pengembangan budidaya perikanan berbasis teknologi mutakhir.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan Gubernur NTB bersama jajaran Brida ke markas BRIN, merespons surat permohonan dukungan riset dan teknologi yang diajukan Pemprov NTB sejak tahun 2025 lalu.
Berdasarkan hasil koordinasi dan finalisasi proposal awal, terdapat tiga program riset utama yang disepakati untuk segera dieksekusi di lapangan:
- Eksplorasi Air Bersih dengan Teknologi Isotop Nuklir: Menerapkan teknologi hidrologi isotop—sebagaimana yang sukses diterapkan BRIN di Gunungkidul, Yogyakarta—untuk menemukan dan memetakan sumber air tanah di kawasan rawan kekeringan, khususnya Lombok Selatan yang merupakan destinasi pariwisata super prioritas.
- Hilirisasi Pangan dan Industri Pakan Ternak: Mengembangkan formulasi pakan ternak berbahan baku jagung lokal NTB agar seluruh rantai pasok berasal dari dalam daerah tanpa tergantung bahan impor. Selain itu, dikembangkan pula teknologi iradiasi sinar gamma untuk pengawetan nira dan buah manggis kualitas ekspor.
- Budidaya Perikanan dan Maritim: Penguatan teknologi budidaya perikanan, termasuk optimalisasi budidaya udang vaname untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan NTB.
Guna menjamin keberlanjutan program setelah riset usai, BRIN mewajibkan keterlibatan SDM lokal asal NTB dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini dilakukan agar terjadi proses transfer of knowledge sehingga pengelolaan hasil riset dan teknologi nantinya dapat dilakukan secara mandiri oleh daerah.
"BRIN menyiapkan peneliti, penerapan teknologi, hingga pendanaan risetnya. Sementara dari Pemprov NTB memberikan dukungan penuh, pendampingan lapangan, serta penyiapan SDM lokal agar hasil riset ini nantinya bisa kita kelola secara berkelanjutan," ujar Kepala BRIDA NTB saat selesai membuka acara Sayembara Peneliti Muda 2026, Selasa (4/8/2026).
Aryadi juga menambahkan, Saat ini, proses kolaborasi telah memasuki tahap finalisasi proposal bersama di bawah skema program BRIN (termasuk skema PKPMP). Seluruh dokumen kesiapan dukungan daerah telah ditandatangani. Pendanaan utama riset bersumber dari anggaran BRIN, sedangkan Pemprov NTB akan mengalokasikan dana pendampingan operasional lapangan melalui APBD Perubahan.
Penulis: Idrus Jalmonadi
Editor: Redaksi

