Scroll untuk melanjutkan membaca
Pasang Iklan Anda Di Sini

BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat




Mataram, DTulis.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., menjadi narasumber dalam kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Magister (S2) dan Doktor (S3) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram Tahun Akademik 2026/2027, Senin, 31 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00–20.00 WITA di Rektorat Lantai III IAHN Gde Pudja Mataram tersebut mengangkat tema “Riset dan Inovasi Berbasis Potensi Daerah: Membangun Penelitian Pascasarjana yang Berdampak bagi Masyarakat.”

Dalam pemaparannya, I Gede Putu Aryadi menekankan pentingnya mengarahkan riset dan inovasi pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, penelitian tidak cukup berhenti pada pemenuhan kebutuhan akademik, tetapi harus mampu menghasilkan rekomendasi, model, teknologi, maupun inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga isu prioritas utama pembangunan NTB yang membutuhkan dukungan riset secara berkelanjutan, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan NTB sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berdaya saing.

“Mahasiswa dan para periset harus mampu melihat persoalan yang ada di desa. Program apa yang dapat dikembangkan, potensi apa yang dimiliki masyarakat, dan bagaimana hasil penelitian dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Di situlah peran penting seorang periset,” jelasnya.

Ia menambahkan, arah riset di daerah juga perlu diselaraskan dengan kebijakan pembangunan nasional melalui Asta Cita, serta diterjemahkan ke dalam program unggulan dan berbagai kegiatan strategis pembangunan daerah. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan pembangunan sekaligus memberikan dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan.

Menurut Aryadi, berbagai inovasi justru sering lahir dari keterbatasan serta persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa pascasarjana didorong untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan mampu mengubah permasalahan menjadi peluang lahirnya solusi baru.

Untuk mendukung tumbuhnya ekosistem inovasi tersebut, BRIDA Provinsi NTB juga telah membuka Klinik Inovasi sebagai ruang konsultasi, pendampingan, dan pengembangan gagasan inovatif bagi perangkat daerah, akademisi, masyarakat, maupun para inovator.

Melalui kegiatan matrikulasi ini, mahasiswa baru Pascasarjana IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan sejak awal mampu membangun orientasi penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan daerah, berbasis pada potensi lokal, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi, kebijakan, maupun program pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan di Nusa Tenggara Barat.


Penulis: Idrus Jalmonadi
Editor: Redaksi
Baca Juga
Berita Terbaru
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
  • BRIDA NTB Ajak Mahasiswa Pascasarjana Hasilkan Riset & Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan