Bima, DTulis.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bima mengapresiasi sejumlah program yang dijalankan Kapolda NTB dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ketua KNPI Kota Bima, Zulchijjah, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan apresiasi tersebut pada Senin (7/9/2026). Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Polda NTB dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pelaksanaan Patroli Strong Point dan Polisi Masyarakat (Polmas). Program tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meminimalkan potensi gangguan kriminalitas maupun persoalan sosial dan keamanan di tengah masyarakat.
“Program ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di NTB, terutama melalui kegiatan Patroli Strong Point dan Polisi Masyarakat atau Polmas,” kata Zulchijjah.
Selain aspek keamanan, KNPI Kota Bima juga mengapresiasi program Bor Air yang dilakukan kepolisian untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di tengah kondisi musim kemarau panjang.
Zulchijjah menilai kehadiran kepolisian dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
KNPI Kota Bima juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Kapolda NTB dalam pemberantasan narkotika yang dimulai dari lingkungan internal Polri.
Menurut Zulchijjah, langkah tersebut penting untuk memperkuat integritas aparat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ia menyoroti penerapan fakta integritas sebagai bagian dari komitmen internal dalam mencegah keterlibatan anggota Polri dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Komitmen pemberantasan narkotika yang dimulai dari internal Polri merupakan langkah penting. Ini menjadi bagian dari upaya membangun institusi yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.
Zulchijjah juga menyatakan dukungan KNPI Kota Bima terhadap kunjungan Kapolda NTB ke wilayah Kota Bima.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
KNPI Kota Bima, lanjutnya, siap mengambil bagian dalam menjaga kondusivitas Kamtibmas dengan mengajak berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Ajakan tersebut ditujukan kepada tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kelompok mahasiswa.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kamtibmas. Persoalan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, KNPI Kota Bima menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bima dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan.
Zulchijjah mengatakan KNPI siap menjadi fasilitator atau penghubung dalam penyampaian aspirasi organisasi kepemudaan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, peran tersebut penting agar aspirasi pemuda dapat disampaikan melalui ruang komunikasi yang konstruktif dan menghasilkan solusi bagi pembangunan daerah.
“KNPI Kota Bima berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan siap menjadi media fasilitator atau penghubung antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan dalam penyampaian aspirasi,” ujarnya.
Selain persoalan keamanan dan kepemudaan, Zulchijjah menilai program-program Kapolda NTB juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata.
Menurutnya, terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan pariwisata di NTB.
Karena itu, KNPI Kota Bima melihat berbagai program Kapolda NTB tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun citra daerah yang aman sekaligus mendukung promosi dan pengembangan pariwisata NTB.
“Keamanan dan pariwisata memiliki keterkaitan. Ketika daerah aman dan kondusif, masyarakat merasa nyaman dan wisatawan juga akan semakin percaya untuk berkunjung ke NTB,” pungkasnya.

