Mataram, DTulis.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas menyoroti kasus penggerebekan jaringan narkoba di wilayah Kota Mataram yang berhasil mengamankan 20 orang terduga pelaku.
Ketua DPD KNPI NTB, Daud Azhari atau yang akrab disapa Daud Gerung, meminta agar proses hukum terhadap seluruh pihak yang diamankan dapat berjalan secara tuntas, transparan, dan tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa pemberantasan barang haram ini adalah komitmen bersama demi menyelamatkan masa depan generasi muda.
"Jangan sampai generasi muda ini rusak dan 20 orang yang ditangkap harus segera diproses hukum," ujar Daud kepada awak media, Senin (21/9/2026).
Daud menilai, langkah tegas aparat penegak hukum sangat dinantikan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan siap mengawal jalannya proses hukum di Polresta Mataram agar penanganan perkara ini dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik.
Menurutnya, transparansi dari kepolisian sangat penting agar masyarakat dapat memantau perkembangan kasus secara langsung serta bersama-sama mengawasi penegakan hukum yang adil.
Sebagai representasi pemuda di NTB, KNPI memandang peredaran narkotika merupakan ancaman nyata yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Daud menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan "racun" narkoba tidak merusak generasi bangsa selanjutnya.
"Kami akan terus mengawal kasus ini sehingga tidak ada ruang bagi racun narkoba yang dapat merusak generasi bangsa selanjutnya di NTB," pungkasnya.
Sebelumnya, atas aduan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110 kembali ditindaklanjuti secara cepat oleh jajaran Polresta Mataram. Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram bergerak menyelidiki dugaan tindak pidana narkotika yang berlangsung di sejumlah tempat karaoke di wilayah Kota Mataram, Kamis dini hari (17/09/2026).
Respons cepat tersebut berujung pada diamankannya 20 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan 8 perempuan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan narkotika, termasuk ekstasi.
.jpg)
