Mataram, DTulis.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk unggulan daerah melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokus utama saat ini tertuju pada peningkatan kelas (grade) bengkel konversi kendaraan listrik di tingkat SMK dan sertifikasi komoditas kakao.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi saat di wawancarai media ini mengungkapkan bahwa NTB memiliki potensi besar sebagai "Rumah Inovasi". Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong bengkel-bengkel di SMK untuk naik kelas ke Grade A.
"Secara teknis kita mampu melakukan konversi, namun kendala utama ada pada lisensi dan proses administrasi yang saat ini masih harus dilakukan di Jakarta dengan biaya yang cukup tinggi," ujarnya, Rabu (15/4/2026) saat menghadiri acara halal bi halal PWI NTB.
Saat ini, NTB baru memiliki beberapa bengkel dengan Grade B, seperti di SMK 3 Mataram dan beberapa sekolah di Lombok Tengah serta Lembar. Jika berhasil mencapai Grade A, SMK di NTB akan memiliki legalitas penuh untuk mengeluarkan lisensi konversi sendiri, menyusul daerah lain seperti Jawa Timur yang sudah memiliki enam bengkel Grade A.
Selain fokus pada teknologi otomotif, Pemprov NTB juga tengah serius mengawal aspek Indikasi Geografis (IG) untuk komoditas kakao, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Aryadi juga menerangkan bahwa proses ini diawali dengan pendaftaran Sertifikat Varietas Unggul Lokal di kementerian terkait yang melibatkan lima tenaga ahli dari BRIN. Sertifikasi ini menjadi syarat mutlak sebelum Indikasi Geografis dapat diterbitkan. Upaya serupa sebelumnya telah berhasil dilakukan untuk komoditas kopi, dan kini target selanjutnya adalah kakao serta kurma.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan kemampuan teknis siswa SMK di NTB, sehingga mampu bersaing di kancah nasional.

0Komentar