Mataram, DTulis.com- Terkait pernyataan kepala aset lombok barat dimedia, Direktur perusahaan perumahan Lantana Garden Heri susanto merasa kaget
Dikarenakan pihak bpkd tidak pernah memanggil pihak perusahaan terkait hal itu dan tiba-tiba muncul di media.
Saat dikonfirmasi via whatsapp Rabu (26/7/2023), Heri sapaanya mengatakan bahwa pihaknya menghormati tugas dan wewenang kepala bpkd selaku penanggung jawab aset daerah. "Walaupun tentu kami merasa dirugikan atas statment kepala BPKD tersebut, karena kamipun juga memiliki dokumen lengkap terkait dengan tanah tersebut, " ujarnya.
"Saya kaget saja dimedia masa pernyataan kepala aset. Padahal jika dipikir secara logika, bila itu aset pemda kenapa pengajuan IPPT ( Ijin Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah) dan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) yang kami mohonkan terbit tanpa ada kendala, bahkan sebelum pengajuan perijinan juga kami melakukan ekspose/presentasi atas rencana investasi kami dengan menunjukkan semua data termasuk sertifikat yg akan kami ajukan untuk mendapatkan IPPT dan IMB, jika memang ada tanah yg diklaim sebagai aset pemda Kenapa pihak pemda tidak melakukan pencegahan saat dimulainya pengajuan ijin, " terangnya.
Tak hanya itu, Heri juga menjelaskan bahwa asal muasal tanah itu di beli sudah bersertifikat, dan jika melihat catatan pada sertifijat tersebut sebelum dibeli (akad jual beli) sudah pernah ada catatan pergantian balik nama dari pemilik sebelumnya, bahkan pernah dianggunkan ke bank.
"Lebih kagetnya saya juga itu pihak aset tidak ada pemberitahuan kepada saya dan tiba tiba berstatmen di media, " tambahnya.
"Sy merasa ada indikasi pencemaran nama baik, karena tentu kami juga memilki semua dokumen yang dipersyaratkan untuk melakukan pembangunan dan penjualan, serta sebelum melakukan AJB atas tanah tersebut kami juga melakukan pengecekan kesesuain daftar tanah di BPN, "jelas Heri.
"Namun atas apa yg di sampaiakan oleh pihak kepala bpkd bahwa akan dibawa ke ranah hukum, tentu kami menyambut baik hal ini, supaya kami juga mendapatkan kejelasan, karena sinpang siurnya berita ini tentu merugiakn kami, " tutupnya.

0Komentar