Mataram, DTulis.com - Selain mengecam salah satu tempat hiburan malam di kota Mataram yang mempertontonkan hal berbau pornografi, Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) Dr. Lalu Sajim juga mengomentari maraknya cafe remang-remang.
Miq Sajim menjelaskan bahwa, jargon Lombok sebagai pulau seribu masjid akan menjadi redup lantaran maraknya cafe remang.
Selain itu, jangan karena alasan pajak dan retribusi daerah semua melakukan cara yang tidak senonoh.
"Jangan sampai nanti jargon lombok pulau seribu masjid berubah menjadi pulau seribu cafe" ujarnya.
Satu hal lagi, Miq Sajim menuturkan bahwa prinsip adat sasaq "tindih, mali, merang" tidak boleh dilanggar.
"Jangan samakan daerah lain, karena daerah lain itu punya titik tertentu dan adat yang berbeda. Seperti halnya Lombok yang memiliki jargon pulau seribu masjid dan termasuk wisata halal (Halal Tourism), " tutupnya.

0Komentar