Lombok Barat, DTulis.com - Pilot Project riset pengembangan teknologi pengolahan lindi, cairan limbah di TPA Kebon Kongok merupakan yang pertama di Indonesia.
Riset pengolahan lindi yang menggandeng Universitas Mataram (Unram), Universitas Lambung Mangkurat, Institute Pertanian Bogor (IPB), dan Yayasan Rumah Energi ini berharap menjadi solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan nantinya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB I Putu Gede Aryadi mengatakan bahwa pada bulan desember tahun 2025 akhir dari riset tersebut dan berharap ada hasil yang memuaskan.
"Desember tahun ini akan berakhir, semoga ada hasilnya nanti sesuai harapan kita," ujarnya saat mengunjungi TPA Kebon Kongok bersama 3 peneliti perguruan tinggi dan YSE pada Selasa (30/9/2025).
Selain pengembangan teknologi pengolahan lindi, kolaborasi BRIDA NTB bersama Unram, ULM, IPB dan YSE ini juga tengah melakukan riset pengolahan sampah organik dan plastik rumah tangga menggunakan dua mesin portable.
Lebih lagi, program riset ini juga menjadi solusi untuk mengatasi sampah di hulu dengan sistem Biodegester. Yakni menempatkan sebuah wadah kedap udara yang dirancang untuk mengolah limbah organik.
"Proses ini dilakukan oleh mikroorganisme dalam lingkungan tanpa oksigen, yang nantinya menghasilkan dua produk yang bermanfaat, yakni biogas dan pupuk organik cair atau padat," ujar Kepala BRIDA NTB I Putu Gede Aryadi.
Adapun Biogas yang dihasilkan dari pengolahan, nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak, penerangan, bahkan menghasilkan listrik dan sementara pupuk cair atau padat (Kompos) juga kaya akan nutrisi dan dapat untuk menyuburkan tanah.
"Darurat sampah karena sulit tempat penampungan, tapi dengan program pengembangan teknologi ini, sampah bisa memberi manfaat bagi masyarakat, dan bisa meminimal pencemaran sampah di sekitar pembuangan sampah," tutupnya.
Kolaborasi BRIDA NTB bersama 3 pakar ahli perguruan tinggi dan Yayasan Rumah Energi ini didukung penuh oleh Kementrian Lingkungan Hidup untuk melakukan riset dan inovasi dalam penanganan sampah di NTB.

0Komentar