Lombok Timur, Dtulis.com - Anggota DPR RI, Hj. Lale Syifaunnufus, secara intensif melaksanakan rangkaian kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di berbagai titik strategis di wilayah Pulau Lombok.
Pada akhir Desember 2025 lalu, yakni pada tanggal 9 dan 15 Desember lalu program unggulan Lale Syifaunnufus di Komisi 8 DPR RI ini telah menyasar berbagai kalangan, mulai dari santri di pondok pesantren hingga tokoh masyarakat, dengan tujuan utama memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama Wasathiyah.
Kegiatan ini juga ditaksir akan terus digencarkan selama Ramadhan ini, dengan menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai titik temu untuk memastikan semangat beragama tidak berbenturan dengan semangat berbangsa
Kepada awak media, Lale Syifa yang juga merupakan cucu pahlawan nasional, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid ini menyebutkan langkah ini krusial guna mencegah munculnya pemahaman radikal yang sering kali memanfaatkan euforia keagamaan.
“Para santri kami bekali pemahaman mengenai NKRI dan UUD 1945 agar mereka dapat menjadi “Duta Kedamaian" atau agen pendingin suasana saat kembali ke masyarakat atau melakukan pengabdian dakwah,” ucap Lale Syifa, Rabu (4/2/2026).
Sosialisasi ini lanjut dia, juga berfungsi sebagai filter untuk menangkal hoaks dan mencegah penyalahgunaan mimbar agama untuk kepentingan politik praktis yang dapat memecah belah.
Rangkaian kegiatan ini mencakup empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat, antara lain.
Lombok Timur dipusatkan di Pondok Pesantren Saggafussalih NW Lenek Dua Gelumpang dan Pondok Pesantren Ziadatussyakirin NW Sikur.
Lombok Utara bertempat di kediaman tokoh masyarakat Dusun Kertaraharja (Desa Ganggelang) dan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Tanjung.
Sedang di Lombok Tengah dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Wahyi NW Mujur dan Pondok Pesantren Hidayatul Ummah NW Bagek Nunggal.
Terakhir di Lombok Barat, menjangkau MTs Rahmatullah Al Hasan NW Kekait, Kecamatan Gunungsari.
Lebih jauh dia juga menyebutkan, pendidika karakter melalui pemahaman Empat Pilar Kebangsaan sangat penting ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan pondok pesantren, agar para generasi muda kita memiliki benteng ideologi yang kuat dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan santri tetap teguh pada komitmen kebangsaan meskipun diterpa isu-isu yang memicu polarisasi, serta mampu menjaga harmoni sosial sesuai ajaran Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

0Komentar