Mataram, DTulis.com - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pengawasan proses Rekrutmen Terpadu Anggota Polri 2026. Sebagai langkah transparansi, Propam meluncurkan inovasi barcode pengaduan online yang dapat diakses langsung oleh masyarakat dan peserta seleksi.
Inovasi ini bertujuan untuk menutup celah praktik kecurangan dan memberikan kanal pelaporan cepat jika ditemukan indikasi pelanggaran selama tahapan seleksi berlangsung.
Komitmen Rekrutmen Bersih dan Transparan
Kabid Propam Polda NTB, Kombes Pol. Wildan Alberd, M.K.P., menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis sejak tahap pendaftaran hingga pengumuman akhir.
"Silakan masyarakat manfaatkan barcode pengaduan online ini. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara serius dan profesional," ujar Kombes Wildan di Mataram, Senin (30/3/2026).
Langkah ini mempertegas prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi fondasi utama dalam setiap penerimaan anggota Polri.
Waspada Calo dan Janji Kelulusan
Selain menyediakan kanal aduan, Propam Polda NTB juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur oleh tawaran oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Pamen Polri melati tiga tersebut menekankan pentingnya integritas peserta dan orang tua. "Jika ada indikasi kecurangan, praktik calo, atau penawaran soal ujian, segera laporkan. Kami pastikan identitas pelapor terlindungi sepenuhnya," tegasnya.
Pengawasan Ketat di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi seleksi, seluruh tahapan berjalan secara disiplin dan terstruktur. Personel Propam disiagakan di setiap titik untuk memastikan tidak ada intervensi dari pihak luar maupun pelanggaran prosedur oleh panitia.
Kehadiran layanan pengaduan (Yanduan) berbasis barcode ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya dalam melahirkan generasi Bhayangkara yang berkualitas di wilayah Nusa Tenggara Barat.

0Komentar