Lombok Barat, DTulis.com - Mahasiswa Fakultas Teknik dari Universitas Mataram telah menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) / magang di BRIDA NTB pada Senin (2/3/2026).
Melalui program magang tersebut, para mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan ide-ide inovatifnya dengan berbagai media. Salah satu inovasi unggulan yang dihasilkan dalam kesempatan ini adalah rancangan mesin pengiris tempe otomatis berbasis panel surya dan sistem kontrol otomatis.
Inovasi ini dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG yang setiap harinya membutuhkan penyediaan sekitar 3.000 porsi. Mesin pengiris tempe ini memanfaatkan panel surya sebagai alternatif untuk menggerakkan motor listrik, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dari sisi kapasitas produksi, mesin ini mampu mengiris tempe hingga 216 kilogram per jam, menjadikannya solusi efektif untuk skala produksi besar.
Secara teknis, mesin ini dirancang dengan sistem otomatisasi berbasis arduino, mikrokontroler, dan sensor ultrasonik. Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan ketebalan irisan tempe secara presisi dan konsisten sesuai kebutuhan produksi.
Koordinator Pokja Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan, Lale Ira Amrita Sari menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif serta mendukung penguatan ekosistem inovasi daerah.
Melalui program magang, BRIDA NTB terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung program strategis daerah.


0Komentar