Kritik Warga: "Pemerintah Bukan Event Organizer Komersial"
H. Munawar, salah satu tokoh warga setempat, secara terbuka menyuarakan keberatannya terhadap pungutan biaya tersebut. Menurutnya, ada kerancuan etis ketika acara yang membawa nama instansi pemerintah justru bersifat profit-oriented.
"Kenapa kegiatan pemerintah malah membebankan biaya kepada peserta? Pemerintah seharusnya menyediakan layanan publik dan ruang bagi masyarakat, bukan bertindak menjadi event organizer komersial," tegas Munawar.
Dugaan Double Funding: Sponsor Bank NTB Syariah Disorot
Hal yang menambah kontroversi adalah fakta bahwa Giri Menang Night Run telah menggandeng Bank NTB Syariah sebagai sponsor utama. Munculnya biaya pendaftaran di tengah adanya dukungan sponsor menimbulkan pertanyaan besar mengenai alokasi dana dan potensi terjadinya double funding.
Warga mempertanyakan mengapa beban biaya masih dilemparkan ke masyarakat jika sudah ada dukungan finansial dari pihak ketiga. Munawar bahkan menyebut fenomena ini sebagai bentuk "privatisasi terselubung" terhadap ruang publik.
"Ruang publik milik masyarakat malah dipagari biaya. Apakah ini upaya mencari keuntungan di atas fasilitas publik?" tambahnya.
Total hadiah sebesar Rp13,5 juta yang dijanjikan panitia juga tak luput dari kritik. Banyak pihak menilai hadiah tersebut pada dasarnya bersumber dari kantong peserta sendiri melalui biaya pendaftaran, ditambah dana sponsor.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, biaya Rp150.000 dinilai terlalu tinggi untuk sebuah event yang seharusnya bertujuan untuk menyatukan warga dan mempromosikan gaya hidup sehat di Lombok Barat.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Panitia Penyelenggara Giri Menang Night Run terkait dasar penetapan biaya tersebut. Namun, pihak panitia belum memberikan penjelasan resmi.
Publik kini menanti transparansi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat agar acara yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan warga ini tidak berubah menjadi beban finansial bagi rakyat.

0Komentar