TSOiGUY8Tfd6BSWoBUriGUWpGA==
TOP
NEWS

Pemprov NTB dan BPS Dorong Sukses Sensus Ekonomi 2026

Pemprov NTB dan BPS gelar sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 untuk petakan potensi usaha dan dukung visi pembangunan NTB Makmur Mendunia.
Ukuran huruf
Print 0


Mataram, DTulis.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB secara resmi mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha, UMKM, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini diambil sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan berbasis data akurat.

Komitmen bersama tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB bersama BPS NTB. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB pada Senin (25/5/2026).

Kepala Diskominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik (Aka), menegaskan bahwa data statistik berkualitas merupakan kebutuhan vital untuk menyusun dan mengevaluasi pembangunan daerah.

“Melalui sensus ekonomi, NTB diharapkan memiliki data yang lebih akurat untuk membangun daerah dan memperkuat arah kebijakan ekonomi ke depan,” ujar Aka.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Setda NTB, H. Lalu Moh. Faozal, yang hadir mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai angka progresif sebesar 13,64 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, peternakan, dan pariwisata.

Faozal mengimbau agar seluruh pelaku usaha menerima petugas resmi BPS dengan baik dan memberikan data yang jujur. "Kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan," tambahnya.

Kepala BPS NTB, Dr. Drs. H. Wahyudin, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang digelar sepuluh tahun sekali. Sensus ini berfungsi memetakan struktur ekonomi, karakteristik usaha, UMKM, hingga perkembangan ekonomi digital dan lingkungan.

Wahyudin memastikan keamanan data pelaku usaha yang berpartisipasi dalam agenda nasional ini.

“Data masyarakat dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta penyusunan kebijakan pembangunan. Data tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun audit usaha,” tegas Wahyudin.

Dukungan serupa datang dari dunia usaha melalui perwakilan Ketua KADIN NTB, Ir. Hasmudin. Menurutnya, hasil sensus ini sangat dinantikan untuk memetakan daya saing pasar dan mendorong UMKM di NTB agar bisa naik kelas.

Acara kemudian ditutup dengan simulasi pengisian instrumen sensus secara interaktif. Seluruh peserta dan asosiasi yang hadir menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 demi basis data ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan.


Penulis: Idrus Jalmonadi

Editor: Chandra

Pemprov NTB dan BPS Dorong Sukses Sensus Ekonomi 2026
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin