Lombok Barat, DTulis.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima audiensi Smart ID, sebuah platform teknologi yang berfokus pada penguatan tata kelola organisasi, reformasi birokrasi dan sektor publik. Audiensi yang berlangsung di Kantor BRIDA NTB tersebut dihadiri Kepala BRIDA Provinsi NTB beserta jajaran dan perwakilan Smart ID sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan dalam pengembangan riset dan inovasi daerah.
Audiensi menghasilkan kesepahaman awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pendampingan riset, penyusunan dokumen strategis, pengembangan inovasi daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan mendukung implementasi inovasi yang lebih berdampak bagi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi. menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB terus mengarahkan kebijakan riset dan inovasi berbasis terapan sesuai RPJMD serta Roadmap Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Provinsi NTB. Arah kebijakan tersebut sejalan dengan konsep Riset dan Inovasi Berdampak yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni memastikan setiap hasil riset mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Kepala BRIDA, masih terdapat berbagai inovasi, khususnya inovasi digital, yang belum dimanfaatkan secara optimal hingga memberikan nilai tambah ekonomi. Karena itu, BRIDA mendorong penguatan ekosistem inovasi melalui pendampingan, implementasi teknologi, hilirisasi hasil riset, hingga komersialisasi produk inovasi. Upaya tersebut juga diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Mataram dan UIN Mataram, agar hasil-hasil penelitian yang selama ini masih berupa dokumen dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Mulai tahun 2025 BRIDA telah bertransformasi dari organisasi yang didominasi jabatan struktural menjadi organisasi berbasis jabatan fungsional. Dengan terbentuknya Pokja Workshop dan Pusat Sains Iptek, kami ingin mendorong inovasi yang tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu diterapkan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, ujar Kepala BRIDA Provinsi NTB.
Pada kesempatan tersebut, Smart ID memaparkan berbagai layanan yang dapat mendukung penguatan kapasitas pemerintah daerah. Melalui layanan Smart Consulting, Smart ID menawarkan pendampingan penyusunan kajian, riset, dan dokumen strategis, baik melalui skema pendampingan tenaga ahli maupun penyusunan dokumen hingga tahap final. Smart ID juga menyediakan layanan telaah dokumen serta narasumber untuk kegiatan ilmiah dan pengembangan kebijakan.
Selain itu, Smart ID menyampaikan bahwa seluruh layanan tersebut dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra profesional dalam meningkatkan kualitas riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin mampu menghasilkan kebijakan yang berbasis data dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Kelompok Kerja (Pokja) Inovasi Hilirisasi dan Kemitraan BRIDA NTB menyampaikan bahwa sebagian besar data inovasi daerah, termasuk data perizinan dan profil daerah, telah berhasil dihimpun sebagai bagian dari pemenuhan indikator yang ditetapkan pemerintah pusat. Pokja juga menyambut baik peluang kolaborasi dengan Smart ID untuk memperoleh pendampingan, konsultasi, dan berbagi praktik terbaik dalam penguatan inovasi daerah.
Melalui audiensi tersebut, BRIDA Provinsi NTB dan Smart ID sepakat membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, meningkatkan kapasitas aparatur, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

0Komentar