Lombok Barat, DTulis.com - Sejumlah warga Dusun Mendagi Desa Beleke menyetop proses penimbunan lahan pertanian di Jalan Gatot Subroto Gerung Lombok Barat yg tidak mengantongi izin penimbunan, Balai Jalan yg di konfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa lokasi penimbunan yang di Stop warga memang benar tidak/belum mengantongi izin atau koordinasi dengan balai jalan.
Puluhan warga dusun mendagi datang kelokasi penimbunan bersama kepala Dusun Mendagi, Bhabinsa dan Bimaspol juga turut hadir untuk mengawal kegiatan penyetopan dam truk yang menimbun, sempat terjadi cekcok di lokasi penimbunan ketika bos penimbun yang berinisial (M) datang dan marah marah serta menunjuk *”LSM LSM ini tukang ngorean, aneh coba stop aneh molah ketukakm lek te”*, mendengar kata kata yg tidak pantas warga sempat *memanas* namun bisa di redam oleh aparat terkait yang berada di lokasi.
Aldi salah satu warga yg berada dilokasi sangat menyayangkan perkataan dari saudara M yg tiba tiba datang kemudian berkata yg tidak pantas, kami ini datang bersama warga dan kepala dusun bahkan ada Babinsa dan Bimaspol kok bisa berkata yg tidak pantas dan tidak menyenangkan, kami tegaskan bahwa apapun kegiatan penimbunan di desa beleke atau dusun mendagi paling tidak ada pemeberitahuan atau koordinasi kepada kepala dusun atau kades setempat.
Aldi menambahkan kami tidak mau tau siapapun bos di belakang penimbunan ini kami akan stop jika belum memiliki izin penimbunan terlebih tidak ada pemberitahuan ke dusun atau desa wilayah setempat, kami tidak datang dengan LSM seperti yg di sebutkan M, ini warga yg datang bersama Kadus meminta agar berkoordinasi dengan kami sebelum melakukan kegiatan penimbunan, paling tidak betabeklah bahasa sasaknya, tutup aldi.

0Komentar