Lombok Barat, DTulis.com - KPU Lombok Barat meluncurkan tahapan Pemilukada 2024 dalam acara bertemakan Begawe Beleq yang akan diselenggarakan di lapangan Kantor Bupati Lobar pada 31 Mei 2024 mendatang.
Terkait acara besar KPU tersebut, tokoh pemuda Lombok Barat Diegas Pradana angkat bicara.
Saat diwawancarai media via Whatsapp pada Kamis (30/5/2024), Egas sapaannya mengatakan bahwa, Begawe Beleq yang diadakan KPU Lombok Barat merupakan kegiatan yang boros, dimana hal ini dianggap menghambur-hamburkan uang.
"Padahal anggaran itu dapat hibah dari Pemda Lobar untuk memaksimalkan tahapan Pilkada 2024, tapi malah dihambur-hamburkan dengan kegiatan yang tidak jelas, " ujarnya.
Lebih lagi, Diegas Pradana juga menambahkan bahwa, peluncuran tahapan Pilkada 2024 bisa saja digelar dengan cara meminimalisir anggaran dan menggunakan fasilitas KPU Lobar.
"Bisa saja diminimalisir anggaran itu dengan menggunakan fasilitas yang ada, undang pejabat, tokoh agama dan masyarakat, jangan boros seperti undang artis segala, " tuturnya.
Selain itu, Egas juga mengatakan bahwa, di saat ekonomi masyarakat lagi tidak baik-baik saja, Pejabat malah berpesta pora.
"Lama-Lama KPU Lobar ini tidak jelas, " tutupnya.
Sementara itu, Athik Hidayatul Ummah Pengamat Komunikasi Politik UIN Mataram pada Kamis (30/5/2024) mengatakan Peluncuran Tahapan Pilkada memang penting, karena masyarakat harus tahu dan terlibat dalam momen demokrasi di tingkat Kabupaten ini.
"Jangan sampai masyarakat tidak tahu prosesnya. Keterlibatan masyarakat dalam memantau proses Pilkada sangat penting untuk menumbukan ruang demokrasi dan partisipasi, " ujarnya.
Lebih lagi, Athik juga menjelaskan kondisi ekonomi masyarakat hari ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak masyarakat yang mengeluhkan harga-harga yang cenderung naik. "Kelompok miskin cenderung meningkat. Apalagi pembangunan daerah juga belum optimal, " imbuhnya.
Athik juga menambahkan, pelaksanaan peluncuran tahapan Pilkada baiknya mempertimbangkan kondisi masyarakat hari ini. Sosialisasi tahapan Pilkada tidak harus dengan cost (anggaran) yg mahal.
"Kunci sosialiasasi itu yg terpenting memahami kelompok sasaran, menggunakan pesan dan media yg tepat, " jelasnya.
Athik Hidayatul Ummah Pengamat Komunikasi Politik UIN Mataram mengatakan bahwa pilkada memang harus dilakukan dengan menarik dan asik agar masyarakat secara sukarela mengikuti proses demokrasi ini.
"Karena selama ini pemilu dan politik cenderung dikonotasikan negatif, seperti: soal money politik. Padahal, Pemilu menentukan nasib masyarakat ke depan dengan pemimpin yang tepat. Tapi asik dan menarik tidak harus dengan musik, nyanyi, apalagi menghamburkan biaya, "tutupnya.

0Komentar