Sorotan bermula dari unggahan akun berinisial BY yang mengomplain sistem pelayanan di rumah sakit tersebut. Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung memancing gelombang sentimen negatif dari masyarakat yang mengaku pernah mengalami pengalaman serupa. Netizen menilai, pihak humas rumah sakit baru terlihat sibuk berbenah setelah borok pelayanannya telanjur viral.
"Setelah viral baru dibenahin.. Tolong briefing perawat-perawat itu, nomor satu itu keselamatan nyawa.. Jangan mentang-mentang orang pakai BPJS terus dicuekin," tulis akun berinisial RMH di kolom komentar.
Ia juga menambahkan rasa kekecewaannya sebagai warga lokal. "Gimana mau maju rumah sakit kalau perawat dan hasilnya enggak sesuai, kalah sama hasil dokter di Lombok Tengah.. Sangat malu kami orang Lombok Barat," cetusnya.
Tidak hanya persoalan sikap perawat dan pelayanan BPJS, kritik yang lebih berat juga datang dari akun berinisial EP. Ia membeberkan pengalaman pahitnya saat membawa sang anak yang masih berusia 4 tahun ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Tripat pada malam takbiran tahun 2024 lalu.
EP mengeluhkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dokter yang menangani anaknya kala itu, yang dinilai tidak kompeten dan semena-mena dalam menentukan diagnosa penyakit pasien tanpa dasar yang jelas.
"Pertama si dokter perempuan bilang hasil lab anak bapak baik-baik saja. Tetapi saya meminta mau lihat hasil lab itu, dia bilang belum keluar. Lantas saya bertanya kepada dokter itu, dari mana Anda tahu kalau anak saya baik-baik saja?" kenang EP dalam tulisannya.
Saat itu, sang dokter bersikeras bahwa anaknya hanya mengalami batuk dan pilek biasa sehingga tidak diizinkan untuk rawat inap dan diminta dibawa pulang. Merasa ada yang tidak beres karena kondisi anaknya tak kunjung membaik, EP kembali membawa buah hatinya ke UGD RSUD Tripat.
"Setelah saya cek lab (kembali), ternyata anak saya mengidap penyakit infeksi paru-paru. Dari situ saya merasa marah sama dokter yang bilang anak saya baik-baik saja. Intinya sekarang RSUD TRIPAT tidak bagus," keluh EP kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang komentar miring dari masyarakat Lombok Barat masih terus mengalir di platform media sosial. Publik mendesak manajemen RSUD Tripat Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk melakukan evaluasi total terhadap performa pelayanan para tenaga medis demi keselamatan pasien.
Bahkan salah satu akun berinisial TY juga meminta para keluarga pasien yang memiliki pengalaman pahit terkait pelayanan buruk dari Rumah Sakit Tripat Gerung segera melaporkan kejadian tersebut ke Ombudsman.
Penulis: Idrus Jalmonadi
Editor: Redaksi

0Komentar