Mataram, DTulis.com - Melihat keluhan para pelanggan air PDAM akibat reposisi pipa, pengamat kebijakan publik Khairy Juanda angkat bicara.
Khairy Juanda menjelaskan bahwa repoisi pipa PDAM seharusnya tidak merugikan pelanggan, reposisi sebaiknya tidak di lakukan pada jam sibuk atau saat pelanggan banyak membutuhkan air.
"Reposisi sebaiknya di lakukan malam hari, setelah jam 8 malam, karena pada saat itu, pelanggan pada umumnya sudah tidak banyak membutuhkan air, " ujarnya kepada media ini via Whatsapp pada Jum'at (16/8/2024).
Selain itu, Khairy Juanda juga menambahkan dropping air bukan solusi, karena tidak setiap saat, sementara kebutuhan air masyarakat setiap saat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketika jadi calon kepala daerah, sebaiknya direktur PDAM yang sekarang mundur atau cuti dan bisa juga menunjuk PLT, sehingga tidak mengganggu pelayanan terhadap pelanggan.
"Idealnya reposisi itu setahun sekali, jika tiap bulan, bisa di duga ada udang di balik proyek. Kita juga sebagai masyarakat dapat menduga kalo Direktur PDAM mengejar Fee Proyek untuk kepentingan pribadi saat pencalonan jadi Pilkada Daerah, " tutupnya.

0Komentar