Lombok Barat, DTulis.com - Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus memperkuat arah kebijakan riset dan inovasi berbasis terapan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus pemerintah daerah sesuai RPJMD dan roadmap pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknonologi Provinsi NTB Adalah memastikan setiap inovasi tidak hanya unggul secara konsep, tetapi juga memberikan dampak nyata. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden RI melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional {BRIN} yang mengembangkan konsep riset dan inovasi berdampak.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, saat menerima Tim Verifikasi dan pendampingan dari BRIN dalam rangka penyiapan BRIDA NTB sebagai Model Rumah Inovasi Daerah, di kantornya Senin 13/4-2026 kepada tim menjelaskan bahwa Dalam kegiatan Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Berbasis Sektor Prioritas Pembangunan, dihasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penyusunan roadmap inovasi daerah, pembentukan klinik konsultasi inovasi, serta penguatan inkubasi bisnis untuk mendorong hilirisasi produk riset. Selain itu, BRIDA NTB juga menyiapkan penguatan kolaborasi lintas sektor dan penyusunan policy paper sebagai dasar penilaian kelayakan NTB menjadi Rumah Inovasi Daerah.
bahwa arah kebijakan inovasi di NTB kini difokuskan pada riset terapan yang dapat diimplementasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, meskipun NTB telah masuk kategori provinsi sangat inovatif dalam ajang Innovative Government Award, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi.
“Dari ratusan inovasi yang ada, baru sebagian yang memiliki perlindungan HAKI dan lebih sedikit lagi yang benar-benar berdampak ekonomi. Ini menjadi fokus kita ke depan agar inovasi tidak berhenti pada tahap awal,” ujarnya.
Aryadi juga menyoroti masih adanya inovasi, khususnya berbasis digital, yang belum optimal pemanfaatannya. Oleh karena itu, BRIDA NTB mendorong peningkatan kualitas inovasi melalui pendampingan, implementasi, dan pengembangan hingga tahap komersialisasi.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset, BRIDA NTB juga mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Mataram dan UIN Mataram, serta lembaga riset lainnya. Kolaborasi ini difokuskan pada pemanfaatan ribuan hasil riset yang selama ini masih bersifat dokumen agar dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, Ketua Tim Dalam kegiatan Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Berbasis Sektor Prioritas Pembangunan, Nora Sulastri, menegaskan bahwa kebijakan riset nasional saat ini berorientasi pada hilirisasi.
“Riset tidak lagi berhenti pada kajian, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dalam proses pengumpulan dan penilaian data, keberadaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA NTB) menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam perannya membangun kemitraan strategis serta mendukung industrialisasi daerah. Hasil dari kegiatan ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan policy paper dalam menentukan kelayakan NTB sebagai Rumah Inovasi Daerah yang dikelola oleh BRIDA.
Melalui penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media, Pemerintah Provinsi NTB optimistis mampu mengakselerasi pengembangan inovasi yang berkualitas, aplikatif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

0تعليقات