Lombok Barat, DTulis.com - Pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Lalu Ahmad Zaini (LAZ), percakapan di grup WhatsApp Media Online Lombok Barat memanas. Sejumlah wartawan berencana mendatangi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Barat untuk meminta penjelasan terkait anggaran publikasi media.
Dalam percakapan grup itu, sejumlah peserta menyoroti minimnya keterlibatan media selama kepemimpinan LAZ. Muncul pula dugaan adanya oknum wartawan yang menerima kucuran dana dari Pemkab Lombok Barat, bahkan disebut mengisi posisi Dewan Pengawas.
Ketua SMSI Lombok Barat, Idrus Jalmonadi, meminta Kominfo terbuka terkait penggunaan anggaran publikasi. "Kalau memang ada anggaran publikasi, sampaikan secara transparan agar tidak memunculkan prasangka di kalangan media. Semua pihak berhak mendapat penjelasan," ujarnya.
Senada, Pembina GJI NTB Aminuddin alias Babe Amin menilai keterbukaan informasi penting demi menjaga kepercayaan publik. "Kami ingin kejelasan soal anggaran media. Jika memang tidak tersedia, sampaikan apa adanya. Namun jika ada, mekanismenya juga harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Rencana kedatangan para wartawan ke Kominfo Lombok Barat diproyeksikan berlangsung dalam waktu dekat. Mereka berharap penjelasan resmi bisa mengakhiri polemik anggaran publikasi sekaligus menghadirkan tata kelola kerja sama media yang lebih transparan.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Nusa Tenggara Barat, Daud Gerung, turut menyoroti hilangnya akun sosmed Daily LAZ. Dalam rekaman percakapan yang beredar, Daud mempertanyakan penyebab akun Daily LAZ menghilang setelah penetapan tersangka oleh KPK.
Ia juga menyampaikan dugaan adanya aliran dana kerja sama yang mengalir ke akun media sosial Daily LAZ. Namun, hingga saat ini dugaan tersebut belum disertai bukti yang dipublikasikan kepada publik maupun hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
"Saya mempertanyakan adanya hilangnya Daily LAZ itu, Instagram, akun media sosial, dan informasi adanya aliran dana ke sana. Saya mempertanyakan itu dan kami menduga," katanya.
Selain Daily LAZ, Daud juga menyebut dugaan adanya aliran dana kerja sama kepada akun media lain, termasuk media yang disebutnya sebagai Cogito.id.
"Selain akun Daily LAZ, Kami mempertanyakan dan kami menduga Sigit yang mengelola akun cogito juga terlibat pastinya", tambahnya
Dalam percakapan yang sama, Daud juga mengemukakan dugaan lain terkait pembahasan dan persetujuan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 di DPRD Lombok Barat.
Ia menduga terdapat aliran dana kepada fraksi-fraksi yang menyetujui LKPJ tersebut. Namun demikian, Daud tidak menyampaikan bukti ataupun dokumen pendukung atas dugaan tersebut.
"Saya juga menduga rapat Paripurna LKPJ Bupati 2025 kemarin, fraksi yang menerima itu patut diduga menerima aliran dana," ujarnya.
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya telah menetapkan Lalu Ahmad Zaini sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi. Proses hukum terhadap yang bersangkutan masih terus berjalan.

0Komentar