Mataram, DTulis.com - Banyaknya informasi yang bermunculan tentang Gempa Megathrust dianggap membangkitkan rasa trauma masyarakat, khususnya masyarakat di Pulau Lombok, hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua AKAD Sahril
Sahril mengatakan trauma tahun 2018 akan gempa kini membayangi masyarakat ditambah dengan informasi yang berseliweran terkait gempa megathrust yang mengguncang Indonesia.
"Jangan membangkitkan rasa trauma masyarakat, kita tahu niat BMKG baik. Tetapi jangan berlebihan lah, " ujarnya kepada media ini Kamis (22/8/2024).
Lebih lanjut, Sahril yang dijuluki Kades 1 Miliar ini juga menjelaskan bahwa, pada kempa kemarin Rabu(21/8/2024). kepanikan warga berlebihan, bahkan ada yang sudah membeli tenda akibat trauma mereka.
"Ketika gempa rabu kemarin, warga paniknya berlebihan, ada warga beli tenda juga karena takut diam didalam rumah, " tuturnya.
Ketua Akad juga meminta pemerintah memikirkan pisikologis warga, bagaimana caranya agar informasi tentang gempa megathrust ini bisa menjadi informasi yang dapat mengedukasi.
"Informasi gempa megathrust ini memang kita diminta tetap waspada, namun kita minta pemerintah juga lakukan sosialisasi jangan sampai trauma masyarakat timbul mendadak, " ungkapnya.

0Komentar