Mataram, DTulis.com - Kordinator Umum Konsorium Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik Nusa Tenggara Barat menduga dari proyek ratusan miliar dinas PUPR NTB mendapatkan fee 10% dan telah di bagi bagi ke dewan dan eksekutif. Hal ini diungkapkan langsung saat menggelar aksi di depan kantor gubernur NTB.
"Saya menduga fee yang 10% itu dibagi bagi ke dewan dan eksekutif, " ujarnya kepada media ini saat menggelar aksi pada Rabu (14/8/2024).
Selain itu, Ziat menduga sebesar 7 miliar dibagikan ke dewan dan sisanya yang 13 miliar di berikan ke L. Gita Ariadi.
"Saya menduga PUPR ini ada main dengan L. Gita Ariadi terkait fee proyek ratusan miliar dinas PUPR NTB, " tuturnya.

0Komentar