![]() |
| Foto: Yt Kang Dedi Mulyadi |
Jakarta, DTulis.com - Program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait mengirim siswa nakal ke barak militer mendapat apresiasi dari Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai.
Dalam chanel Youtubenya, Gubernur Jawa Barat menjelaskan alasan pengiriman siswa nakal ke barak militer dimana banyak terjadi kriminal yang melibatkan anak di bawah umur.
"Banyak orang tua mengeluh ke saya tentang anak-anak mereka, contohnya ada orang tua yang minta anaknya ditebus karena telah di bacok dan itu juga kuta melihat rata-rata di bawah umur," ujarnya di Chanel Youtube Kang Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Gubernur Jawa Barat yang mendapat julukan Bapak Aing itu juga menambahkan bahwa program yang iya lakukan sebagai mengembalikan tata cara pembentukan anak-anak.
"Mereka rata-rata tidur jam 4 subuh dan besoknya ada yang tidak sekolah. Kita mengirim ke barak militer hanya mendisiplinkan dengan cara melatih bangun pagi, dan tidur lebih awal, disana juga mereka dapat mengaji bahkan belajar seperti biasa. Karena status mereka masih siswa," tuturnya.
Memdengar semua penjelasan Gubernur Jawa Barat, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai sangat mengapresiasi bahkan mengatakan bahwa program Dedi Mulyadi merupakan salah satu target jangka panjangnya.
"Kami sangat mengapresiasi itu, bahkanitu juga merupakan target jangka panjang kita melakukan prubahan dalam 10 tahun," ungkapnya.
Lebih lagi, ia juga menjelaskan bahwa target jangka panjang mereka dari sisi pendidikan jika rusak maka harus diperbaiki, yang baik dipertahankan dan yang belum ada harus diadakan.
"Itu yang dinamakan transformasi, dan itu target jangka panjang dari tahun 2025 hingga 2034", imbuhnya.
Selain mengapresiasi, Menteri HAM RI juga meminta Gubernur Jawa Barat untuk terus menjalankan program tersebut dan akan mendukung demi perubahan.
" Kami Apresiasi, bapak Gubernur Jawa Barat jalankan saja, itu rencanaya akan jadi program nasional dan dimulai dari Jawa Barat,"tegasnya.

0Komentar