TSOiGUY8Tfd6BSWoBUriGUWpGA==
TOP
NEWS

BRIDA NTB Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Ekonomi di Sumbawa Barat

BRIDA NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat bersinergi dalam Forum Riset dan Inovasi 2026 untuk mendorong ekonomi pasca tambang dan hilirisasi riset.
Ukuran huruf
Print 0


Sumbawa Barat, DTulis.com - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat resmi menggelar Forum Perangkat Daerah Urusan Riset dan Inovasi Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebijakan riset dan inovasi guna mendorong transformasi ekonomi daerah yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Bertempat di Sumbawa Barat pada 2 April 2026, forum ini menjadi tonggak strategis dalam penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2027.

Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci. Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari Pemerintah: Perwakilan Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sumbawa Barat, Akademisi & Peneliti: LPPM Universitas Cordova, LPPM Universitas Mataram, dan Dewan Riset Daerah, Inovator: Pemenang lomba inovasi daerah 2024–2025 serta penemu teknologi tepat guna dari DPMDes dan Sektor Pendidikan: Perwakilan dari jenjang PAUD hingga SMA.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, memaparkan bahwa arah kebijakan riset tingkat provinsi saat ini berfokus pada tiga pilar utama yakni Pengentasan Kemiskinan: Melalui program berbasis data dan riset lapangan, Ketahanan Pangan: Pengembangan ekosistem industri pertanian dan maritim, Pariwisata Dunia: Memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata kelas global.

"Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) memiliki peran krusial. Selain memberikan perlindungan hukum, HaKI meningkatkan nilai ekonomi inovasi dan mempercepat hilirisasi hasil riset ke masyarakat," ujar I Gede Putu Aryadi.

Salah satu sorotan dalam forum ini adalah tema "Transformasi Masa Depan Sumbawa Barat". Inovasi unggulan yang diperkenalkan adalah pengembangan klaster ekonomi baru pasca tambang.

Proyek percontohan (demplot) pertanian berteknologi tinggi di Balai Benih Utama Poto Tano diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan, melainkan pada inovasi dan teknologi.

Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAG-P3K) NTB, Prayitno Basuki, merinci lima fokus utama penelitian yang dibutuhkan daerah seperti Penanggulangan kemiskinan ekstrem, Industrialisasi sektor agromaritim, Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, Peningkatan kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan dan Riset sebagai enabler (pendorong) transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.

BRIDA NTB Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Ekonomi di Sumbawa Barat
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin